• Masjidil Haram, Mekkah
  • Masjid Nabawi, Madinah Al Munawarrah
  • Allah

الْغَازِي فِي سَبِيْلِ اللهِ وَالْحَاجُّ وَالْمُعْتَمِرُ وَفْدُ اللهِ ، دَعَاهُمْ فَأَجَابُوْهُ وَسَأَلُوْهُ فَأَعْطَاهُمْ

Orang yang berperang dijalan Allah, orang yang haji dan orang yang umrah, adalah tamu Allah. Dia memanggil mereka, maka mereka pun menjawab (panggilan)-Nya dan mereka memohon kepada-Nya. Dia-pun memberikan permohonan mereka. Hadith Riwayat Muslim

Sejarah Pembangunan Masjidil Haram

(The Origin Of Masjid Al-Haram)

Masjidil Haram adalah masjid yang dibangun pertama kali oleh para malaikat jauh sebelum penciptaan umat manusia, saat itu Allah SWT mentahbiskan sebuah tempat di muka bumi untuk merefleksikan rumah di surga yang bernama Baitul Ma’mur (Arab: البيت المعمور, “The Worship Place of Angels”, “Tempat Bersembahyang Para Malaikat”). Dari waktu ke waktu, Masjidil Haram rusak akibat badai (banjir) dan dibangun kembali.

Menurut Islam Masjidil Haram dibangun kembali oleh Ibrahim (Abraham), dengan bantuan dari anaknya Ismail (Ismael). Mereka diperintah oleh Allah untuk membangun masjid tersebut, dan Ka’ba. Batu Hitam (Hajar Aswad) terletak di bagian bawah dari sudut timur Ka’ba, dipercaya sebagai satu-satunya peninggalan yang asli dari Ibrahim. Ka’ba adalah kiblat bagi semua muslim di bumi dalam melaksanakan sholat yang menunjukkan kesatuan diantara semua umat. Di dalam ajaran Islam disebutkan secara spesifik kalau tidak ada yang ajaib berkenaan dengan Masjidil Haram kecuali untuk oasis zam-zam yang mana tidak pernah kering semenjak ia ditemukan.

Umat Islam percaya tempat dimana Ismail dan ibunya mencari air adalah di sekitar masjid. Dikisahkan, Siti Hajar berlari diantara dua bukit Safa dan Marwah mencari air untuk anak bayinya, hingga akhirnya Allah SWT menunjukkan padanya sumber zam-zam, dimana air tetap mengalir tanpa henti hingga hari ini.

Setelah Hijrah (pindahnya Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah), dan setelah kemenangannya ia kembali ke Makkah, Nabi Muhammad SAW dan Ali ibn Abu Thalib menghancurkan semua berhala yang ada di dalam dan di sekitar Ka’ba. Disinilah awal permulaan penguasaan Islam atas Ka’ba, dan bangunan masjid yang ada di sekitarnya.

Renovasi pertama pada masjid dilakukan pada tahun 692. Sebelum renovasi tersebut, tembok terluar dari masjid ditinggikan dan langit-langit masjid pun didekorasi, Masjidil Haram masih merupakan area kecil terbuka dengan Ka’ba berada di tengah. Hingga akhir tahun 700, pilar tua yang terbuat dari kayu dari masjid telah diganti dengan pilar marmer dan bagian sisi masjid sebagai tempat sholat diperlebar di kedua sisinya bersamaan dengan dibangunnya menara.

Masjid kembali direnovasi pada tahun 1570 oleh arsitek pribadi Sultan Salim II dan membuat penggantian atap yang semula hanya berupa lapangan datar dengan menambahkan kubah-kubah yang didekorasi dengan kaligrafi di dalamnya dan pemberian pilar-pilar tambahan yang baru. Bangunan tersebut adalah bagian yang paling lama bertahan bahkan lebih tua dari Ka’ba sendiri (kecuali Hajar Aswad) yang mana masih dalam bentuknya hingga pada bentuk ke-empat nya pada tahun 1629. Pemerintahan Arab Saudi menyatakan bahwa tahun 1570 merupakan tahun awal dalam penambahan elemen arsitektural pada masjid.