3 Macam Sabar

image

Sabar saat menjalani Ta’at pada ALLAH termasuk sebaik-baiknya amal kebajikan. Imam Syafi’i berkata: “Aku melihat seorang lelaki tua yang sudah berumur sembilan puluh tahun, berkeliling setiap hari nya berjalan kaki tanpa alas disekitar anak murid Biduanita nya mengajar mereka bernyanyi, kemudian bila tiba waktu sholat dia melakukan nya dengan duduk,” Kesabaran itu setengah dari iman, karena itu setengah dari iman itu kesabaran dan setengah lainnya ialah rasa syukur, tertulis dalam Al Qur’an kata SABAR itu sembilan puluh kata dalam hal pujian, anjuran  serta perintah berlaku SABAR, dan sabar itu sudah menjadi hal WAJIB menurut IJMA’  dengan kategori sbb:

1.  SABAR dalam menjalani TA’AT kepada Allah (itu yang terbaik).

2.  SABAR dalam meninggalkan larangan ALLAH Ta’ala (ke-2 dari yang terbaik).

3.  SABAR menerima ujian ALLAH Ta’ala.

Ibn al-Qayyim – Rohimahullah -: (SABAR yg ke 1 & 2 berkaitan dengan usaha (yg menguntungkan), dan yang ketiga: SABAR yang tiada usaha (yg menguntungkan) dari hamba Allah.

Aku mendengar Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata: SABAR nya Nabi Yusuf menghadapi rayuan Istri Pembesar saat itu lebih sempurna dari pada SABAR ketika beliau dilempar dijurang oleh saudara2 nya, dijual sebagai budak, dan terpisahnya dia dengan ayahnya, disebabkan hal itu seluruhnya terjadi tanpa kehendaknya, bukan usaha (yg menguntungkan ) baginya, dan tidak mungkin bagi seorang hamba menghindar dari ujian atau cobaan kecuali hanya ber-SABAR.

jurangAdapun SABAR menjauhi maksiat itu SABAR dengan pilihan dan kerelaan, juga melawan hawa nafsu terlebih dengan ada banyaknya sebab yang menguatkan dorongan keinginan melakukan maksiat, seperti Muda Belia umurnya, dorongan jiwa muda untuk berbuat maksiat sangatlah kuat, juga masa lajang nya yang tidak ada seorang pun mem-back up nya hingga bisa meng-cool down kan syahwatnya, stranger (keterasingan)-Orang Asing itu tidak ada rasa malu dinegeri perasingan nya dari hal yang membuat malu teman2nya, kenalan, kerabat2nya dan keluarganya, Budak Sahaya yang tidak memiliki kebebasan seperti yang merdeka, wanita yg berparas cantik bermartabat, atasan nya pula tanpa ada pengawas didekatnya, yang berusaha merayu Yusuf dengan nafsu yang menggebu2 selain itu mengancam Yusuf bila tidak melakukan dengan penjara dan penghinaan dengan seluruh dorongan2  tsb.

wanita Nabi Yusuf ber-SABAR dengan pilihan, kerelaan lebih memilih ALLAH.. maka dimanakah letak SABAR saat dia ber-SABAR di dalam jurang yang bukan dalam usahanya??

Beliau berkata PULA: SABAR dalam melakukan ibadah lebih baik & lebih sempurna dari pada SABAR menghindari hal yang HARAM, maka kebaikan melakukan TA’AT sangat dicintai pula oleh SYARA’ dari pada meninggalkan dosa, buruk hal karena tidak TA’AT lebih dibenci dari pada buruk hal adanya MAKSIAT. [1]

Kata-kata Syaikh al-Islam memang benar, Allah Ta’ala telah menggabungkan antara perbuatan SABAR, IMAN & AMAL seperti dalam firman-Nya di Surat Al-Asr: “Demi Masa, bahwa manusia berada dalam MERUGI, kecuali mereka yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan mendorong satu sama lain untuk kebenaran dan menasihati satu sama lain untuk kesabaran”, dengan hal demikian ini Imam Syafe’i berkata: jikalau saja tidaklah turun Al Qur’an kecuali hanya surah ini niscaya cukup untuk menjadi HUJJAH (bukti) atas Umat ini.

Bukti dari hal ini adalah bahwa banyak dari makhluk lebih mudah bagi mereka untuk bersabar dalam bencana dan kemalangan dan dosa, tetapi sedikit sekali dari mereka SABAR menjalani TAAT kepada Allah Ta’ala, tapi sebagian orang SABAR atas MAKSIAT dan bertahan dengannya (maksiat) dibanding    mampu bertahan 1/10 dari porsentasi 1/10 dalam melakukan TAAT kepada Allah Ta’ala.

Imam Muzani berkata-Rohimahulloh-: (Aku mendengar Imam Syafe’i Rohimahulloh-berkata: Aku melihat di Kota Madinah ada empat keajaiban, aku melihat seorang nenek berumur 21 tahun, dan aku melihat seorang pria dibebani oleh hakim hingga bangkrut sebab hutang satu biji kurma, aku melihat seorang lelaki tua yang sudah berumur sembilan puluh tahun, berkeliling setiap hari nya berjalan kaki tanpa alas disekitar anak murid Biduanita nya mengajar mereka bernyanyi, kemudian bila tiba waktu sholat dia melakukan nya dengan duduk,” , dan saya lupa yang keempat).

About the Author: Galang Saudi Tourism