Beradab dengan Allah Ta’ala..

image

Pada suatu hari Sahabat yg bernama Abdullah Ibnu Umar RA bersama beliau kawan2nya berjalan dipadang pasir dekat dengan kota Madinah, mereka lalu duduk dan makan bersama seketika itu pula datanglah Penggembala Muda yang sedang menggembala dombanya dan mengucapkan salam kepada mereka lalu Ibnu Umar RA. memanggilnya makan dengan berkata: kemarilah hai penggembala ..!! mendekatlah!! aku hidangkan bekal makanan untukmu.. si Penggembala Muda  itu menjawab: aku sedang berpuasa.. maka terheran pula lah Ibnu Umar lalu bertanya lagi: engkau berpuasa disiang hari yg terik seperti ini?? Sedangkan kau dibukit ini menggembala domba?? Kemudian Ibnu Umar RA ingin menguji sifat Amanah & Taqwa nya dengan berkata: sudikah kau kiranya menjual domba2 ini pada kami? akan kami berikan padamu harga domba itu juga daging nya agar kau bisa berbuka dengan daging tsb.

”Domba2 itu bukan milikku tapi milik majikanku” jawab Pemuda itu. Ibnu Umar pun berkata: ” katakan kpdnya (majikan nya) domba2 itu dimakan oleh serigala..!!” pemuda itu langsung marah dan menjauhinya sambil mengangkat telapak tangan nya kearah langit dan berkata: ”dimanakah Allah itu (berada)?? Maka senantiasa Ibnu Umar mengulang2i kata2 pemuda itu ”dimanakah Allah itu (berada)?” lalu menangis. Setibanya di kota Madinah Ibnu Umar mengutus ke Majikan Penggembala Muda itu dan membeli domba2 berikut penggembala muda itu, yang kemudian beliau merdekakan pemuda itu.

Masih banyak Adab yang harus dimiliki oleh seorang muslim dalam berinteraksi dengan Allah Ta’ala salah satunya:

Tidak mensekutukan Allah (Syirik) yang tentu harus diyakinkan dalam lahir & batin kita, jiwa raga kita dengan mengerti dan memahami betul isi dalam kalimat TAUHID (LAA ILAAHA ILLOLLOH) ”Tiada tuhan (yang berhak disembah dialam ini) kecuali Allah” yang dengan demikian bila sudah menyatu dengan seluruh anggota tubuh kita baik secara lahir & batin segala hal akibat duniawi yang banyak menimbulkan kegelisahan, ketakutan, stress hingga timbul segala penyakit akibatnya dengan kalimat tauhid tsb itu (LAA ILAAHA ILLOLLOH)akan berangsur hilang, karena timbul sebuah ketenangan batin sebagaimana dalam ayat :

” ألا بذكر الله تطمئنّ القلوب ”

” ingatlah dengan berdzikir pada ALLAH hati (jiwa) akan tenang “

Ikhlas dalam ber-Ibadah karena Allah semata salah satu syarat diterimanya amal seorang Hamba karena Allah Ta’ala tidak menerima amal seorang hamba kecuali bila Ikhlas karena Nya semata. Dalam firman Nya :

إِلَّا الَّذِينَ تَابُوا وَأَصْلَحُوا وَاعْتَصَمُوا بِاللَّهِ وَأَخْلَصُوا دِينَهُمْ لِلَّهِ فَأُولَئِكَ مَعَ الْمُؤْمِنِينَ وَسَوْفَ يُؤْتِ اللَّهُ الْمُؤْمِنِينَ أَجْرًا عَظِيمًا {146}

Artinya: Kecuali orang-orang yang tobat dan mengadakan perbaikan dan berpegang teguh pada (agama) Allah dan tulus ikhlas (mengerjakan) agama mereka karena Allah. Maka mereka itu adalah bersama-sama orang yang beriman dan kelak Allah akan memberikan kepada orang-orang yang beriman pahala yang besar.

Maka Ikhlas disini banyak para Sahabat dan Ahlus Salaf sangat berhati2 dalam beramal, berkata Imam Fudhoil Bn ‘Iyadh: ” Meninggalkan suatu amal karena manusia termasuk dari Sifat Riya’, dan mengerjakan suatu amal karena manusia termasuk perbuatan syirik, adapun Ikhlas ialah Allah Ta’ala melepaskanmu dari dua hal tsb. ” terlihat sekali begitu tipis sekali perbedaan antara Riya’ dan Syirik dan dimana letak Ikhlas, yang siapapun berniat mengerjakan suatu ibadah atau meninggalkan nya karena takut dilihat oleh manusia maka dia sudah termasuk ahlu riya’ (yang suka pamer tidak karena Allah Ta’ala). Disebutkan pula bila seorang ingin mengerjakan amal ibadah atau suatu perkara sholeh lalu dipuji  dengan tanpa maksud atau sengaja dia mengerjakan nya lalu terbetik dalam dirinya menyangka bahwa dirinya adalah seorang yg Ikhlas disitu lah dia sudah diklaim sebagai orang yg Riya’. Hal yang demikian itu dalam hal yang selain dari Ibadah yg wajib seperti ber-Zakat atau dari orang yang dipanuti atau dituruti tindak tanduknya maka mengerjakan hal ibadah secara terbuka lebih utama. Wallahu a’alam..

Masih banyak lagi hal syarat ber-adab yang akan kita lanjutkan dikesempatan yang lain…

SALAM Sahabat GALANG…!!!

About the Author: Galang Saudi Tourism